REVIEW The Body Shop Black Musk Night Bloom Body Mist (BAHASA INDONESIA)

by - March 22, 2021

Setelah cukup lama nggak review parfum, akhirnya kali ini aku punya parfum baru untuk di-review! Yes, this fragrance head ga bisa ngga beli parfum untuk waktu yang lama (padahal ya ini agak lama dari terakhir beli parfum, heh). Beberapa bulan lalu aku beli parfum dari The Body Shop. Sebenarnya waktu itu niatku main ke store The Body Shop cuma untuk lihat-lihat dan endus-endus wewangian baru, eh tau-tau belanja :D Gimana enggak tergoda buat belanja, waktu itu aku masih punya voucher belanja hadiah dari sebuah event, dan aku habis ciumin parfumnya The Body Shop yang Black Musk Night Bloom yang merupakan wishlist-ku dari pertama dia rilis! Varian ini jadi wishlist-ku seketika setelah aku lihat rilisnya karena aku sudah jatuh cinta duluan sama varian Black Musk yang original.

Karena review yang aku tulis kali ini bakalan panjang, jadi aku ga bakal berlama-lama di intro. Silahkan dibaca lebih lanjut untuk review lengkapnya, ya!

This article is also available in English. Click here to be directed.

Price

IDR219,000 untuk 100ml.

Where to buy

Online:
Brand official website, Shopee**, Tokopedia**, Lazada**, Blibli, Zalora**, Whatsapp (dapat dicek melalui akun Instagram Brand).

Offline:
Brand official store.

Packaging

Botol kaca khas body mist The Body Shop. Terasa kokoh, tutupnya pun nggak mudah longgar. Spritzer atau automiser-nya bekerja dengan baik.

The Body Shop Black Musk Night Bloom notes. Source: fragrantica.com

Notes

Top notes:
Red berries, pineapple, pepper.

Middle notes:
Ylang-ylang, heliotrope, rose.

Base notes:
Patchouli, musk, vanilla, sandalwood, cedar.

Sillage & Longevity

Intimate to moderate sillage, moderate longevity.

Thoughts

Aku cinta banget sama parfum ini! Pada dasarnya aku juga suka banget sama The Body Shop Black Musk yang original, dan ternyata ini juga sama bikin jatuh cintanya. Nanti akan aku kasih deskripsi perbedaan antara yang original dan varian ini, ya.

Kembali ke topik! Aku cinta banget sama parfum ini karena, meskipun parfum ini punya warna aroma yang cenderung lebih manis (I’m not a big fan of gourmand kind of scent), parfum ini memiliki depth dan kesan misterius yang menurutku bikin penggunanya jadi terkesan elegan dan dewasa. Kalau aku ibaratkan, The Body Shop Black Musk original itu seperti yang digunakan oleh perempuan berusia 19-23 tahun, sementara varian Night Bloom ini digunakan oleh perempuan berusia 24-27 tahun. Kedua perempuan ini tipenya sama, yaitu elegan, high-class, metropolitan (hahaha).

Sebelum aku kasih perbandingan aroma antara Black Musk original dan Night Bloom, aku mau deskripsikan terlebih dahulu ‘perjalanan’ aroma dari Black Musk Night Bloom ini.

Di awal emang cium aroma fruity, tapi untungnya nggak menyengat dan terlalu tajam. Tapi, aku nggak bisa cium aroma pepper di sini. Mungkin aja aroma pepper yang subtle justru membuat fruity notes di awal ini jadi nggak begitu menyengat. Nggak butuh waktu lama untuk masuk ke middle notes, di mana aku cium aroma mawar yang khas lebih mendominasi.

Kalau kalian baca di bagian notes, kalian bakal ngeh kalau di middle notes ada tiga notes yang berbeda. Salah satu dari tiga notes tersebut adalah heliotrope. Aku kurang tau heliotrope itu wanginya gimana, tapi berdasarkan deskripsi di Fragrantica wanginya ini cenderung lebih manis. Memang nggak lama dari aku cium aroma mawar aku sudah mencium aroma yang manis, vanilla-like. Kirain memang travel time dari middle ke base itu cepet banget, tapi bisa jadi sebenarnya aroma manis ini datangnya dari heliotrope, bukan vanila.

Dry down scent yang aku dapat dari parfum ini adalah aroma yang manis namun masih ada sedikit sentuhan woody yang rough yang bikin aroma ini secara keseluruhan jadi lebih mature dan elegan. Selain itu, kesan dari musk note di sini bikin aroma yang cenderung manis ini jadi lebih pleasing untukku. Begitu juga dengan tambahan sedikit spice dari pepper di awal yang aku asumsikan bikin fruity notes jadi nggak begitu nyegrak.

Overall, it certainly is a more feminine fragrance, tapi terserah aja sih mau laki-laki ataupun wanita yang pakai. Oh ya, fun fact! Out of all my perfume, pasanganku paling suka parfumku yang satu ini. Kayaknya aroma ini memang tipe aroma yang biasanya disukai oleh laki-laki. Kalau ada wanita pakai parfum yang sejenis seperti satu ini, bisa bikin kesan yang lebih menarik. Walaupun tentu ini tergantung bagaimana kulit kalian bereaksi dengan wanginya, ya. Karena, perlu kalian ketahui, parfum itu wanginya bisa menjadi berbeda-beda di tiap orang, lho.

Worth the price nggak? Menurutku harganya sangat imbang dengan apa yang aku dapat. Memang sekarang ada banyak merk parfum yang bermunculan dengan harga yang lebih terjangkau padahal jenis parfum yang dijual adalah EDP. Tapi, body mist dari The Body Shop, terutama untuk varian Black Musk yang original maupun varian ini, tetap aja worth the price karena toh ketahanannya nggak buruk sebagai sebuah body mist. Selain itu, kombinasi aroma yang didapat menurutku bener-bener bagus dan nggak mudah didapat di parfum-parfum yang mungkin lebih terjangkau (mohon jangan dibandingkan dengan parfum jutaan rupiah ya, itu sih udah beda cerita).

Oke, sekarang aku akan kasih sedikit komparasi antara The Body Shop Black Musk original dengan yang varian Night Bloom ini. Tapiii, disclaimer sedikit nih. Body mist Black Musk yang original yang aku punya ini udah agak lama dari aku belinya, jadi mohon maaf kalau deskripsi wanginya nggak setepat ketika produknya masih lebih ‘fresh.’ Tenang saja, meskipun mungkin secara detail bisa agak berbeda sedikit, tapi secara garis besar seharusnya sama.

The Body Shop Black Musk (original) notes. Source: fragrantica.com
Komparasi mudahnya, Black Musk original ini lebih manis ketimbang varian Night Bloom. Memang dua ini warna aromanya mirip banget (well, mereka satu jenis cuma beda varian), tapi makin dibiarkan kering makin kentara perbedaannya walaupun nggak banyak. Black Musk original punya aroma manis yang lebih dark, gourmand, chocolatey like, sementara Black Musk Night Bloom punya aroma manis dengan paduan woody notes.

Awal semprot Black Musk original ini juga sama tercium agak fruity, tapi fruity-nya lebih kalem dan kayak ada kombinasi sedikit floral. Dimulai dari middle notes sudah tercium jauh lebih manis ketimbang Night Bloom, aku rasa ini karena note mawar yang ada di Night Bloom digantikan dengan liquorice di versi original. Untuk di akhir, seperti yang sudah aku deskripsikan di atas, Black Musk original tercium lebih bernuansa gourmand. Ini alasan kenapa di awal aku rasa ini lebih cocok buat pengguna yang lebih muda, yaitu karena aroma manisnya lebih kuat.

Kalau kalian bingung pilih yang mana, aku sarankan untuk coba cium langsung ke store-nya. Namun, kalau memang lagi nggak bisa atau nggak sempat, bisa coba pertimbangkan dari deskripsi aroma yang sudah aku tuliskan di atas, ya. Semoga kalian menemukan yang paling cocok untuk kalian!

Suitable for

Pengguna parfum yang lebih feminin, menyukai aroma yang agak manis. Meskipun manis, aromanya masih cukup aman dipakai di siang hari.

Pros

+ wangi yang super enak!
+ memberi kesan yang elegan dan dewasa
+ ketahanan yang cukup oke sebagai sebuah body mist
+ bisa recycle kemasan langsung ke offline store

Cons

nggak ada!

Overall rating
5/5


**link afiliasi
Dengan membeli produk melalui link ini, saya mendapatkan sedikit komisi dan kalian telah membantu saya sebagai creator.


PR & collab friendly, please contact me through e-mail or Instagram DM

You May Also Like

2 comments

  1. Ini ada dupe nya gak ya? Yg vegan wanginya jauh bgttt huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi! Seriusan yang vegan wanginya bedaa? Karena punyaku jujur belum habis, aku eman eman, haha! Aku belum nemu ada dupe yang mirip gini sih so far ;(

      Delete